Senin, 16 April 2012

Makalah Alat Pendidikan


ALAT-ALAT PENDIDIKAN

A.  PENDAHULUAN
Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan sesorang, yang mana hasil dari pendidikan itu sendiri dijadikan sebagai bekal dalam hidup dan kehidupan baik secara individu maupun sosial bermasyarakat.
Berangkat dari hal itu, suatu pendidikan dapat berlangsung dengan baik perlu adanya sarana maupun prasarana yang menunjang baik itu pendidikan yang bersifat formal maupun non formal. Dalam setiap situasi pendidikan yang tengah berlangsung diperlukan alat-alat pendidikan. Alat pendidikan merupakan faktor pendidikan yang sengaja dibuat dan digunakan demi pencapaian tujuan pendidikan tertentu.

B.  PERMASALAHAN
1.   Apakah yang dimaksud dengan alat pendidikan ?
2.   Bagaimanakah pembagian alat pendidikan ?
3.   Bagaimanakah pengguanaan alat pendidikan ?
4.   Apa sajakah jenis-jenis alat pendidikan ?

C.  PEMBAHASAN
1.   Pengertian Alat Pendidikan
Alat Pendidikan adalah sesuatu yang membantu terlaksananya pendidikan di dalam mencapai tujuannya baik berupa benda atau bukan benda. Alat pendidikan mempunyai pengertian yang sangat luas sekali, oleh sebab itu dalam membicarakan alat-alat pendidikan perlu diadakan pembagian-pembagian, sebab ada yang menganggap bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau perbuatan atau situasi yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai satu tujuan pendidikan.[1]
Alat pendidikan adalah hal yang tidak saja membuat kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksananya pekerjaan mendidik, tetapi alat pendidikan itu telah mewujudkan diri sebagai perbuatan atau situasi, dengan perbuatan dan situasi mana, dicita-citakan dengan tegas, untuk mencapai tujuan pendidikan.[2]
Di dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis” yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) IKIP, Jogjakarta pada tahun 1984 pada halaman 96, Dr. Sutari Imam Barnadib mengemukakan bahwa Alat Pendidikan adalah suatu tindakan atau perbuatan atau situasi benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan.
Menurut Langeveld (1971), Alat pendidikan adalah suatu perbuatan atau situasi yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan.[3]
Dengan demikian, alat pendidikan adalah tindakan atau perbuatan atau situasi yang dengan sengaja diadakan untuk membantu terlaksananya suatu proses pendidikan guna mencapai suatu tujuan pendidikan baik itu berupa benda atau bukan benda.
2.   Pembagian Alat Pendidikan
a.   Menurut Sifatnya Alat Pendidikan dibagi dalam dua yaitu :
1)   Alat Pendidikan Preventif
Alat pendidikan yang bersifat pencegahan, yaitu untuk menjaga agar hal-hal yang dapat mengganggu atau menghambat kelancaran proses pendidikan bisa dihindarkan.[4]
Adapun yang termasuk di dalam alat pendidikan preventif adalah ;
a)   Tata Tertib,
Yaitu beberapa peraturan yang harus ditaati dalam situasi atau dalam suatu tata kehidupan tertentu.
b)   Anjuran dan Perintah,
Anjuran adalah ajakan atau saran untuk melakukan sesuatu yang baik dan berguna. Perintah adalah anjuran yang keras untuk melakukan yang baik dan berguna.
c)   Larangan,
Yaitu ajakan atau saran untuk tidak melakukan hal-hal yang kurang baik dan merugikan. Biasanya larangan ini disertai dengan ancaman-ancaman.
d)   Paksaan,
Yaitu perintah dengan kekerasan terhadap anak untuk melakukan sesuatu yang baik danbermanfaat.
e)   Disiplin,
Yaitu suatu sikap mental yang dengan kesadaran dan keinsafannya mematuhi perintah-perintah atau larangan yang ada terhadap suatu hal, karena benar-benar tahu tentang pentingnya perintah atau larangan tersebut.
2)   Alat Pendidikan Repressif
Alat pendidikan repressif disebut juga alat pendidikan kuratif atau korektif. alat pendidikan ini berfungsi dimana pada suatu ketika terjadi pelanggaran tata tertib, maka alat tersebut penting untuk menyadarkan kembali kepada hal-hal yang baik, benar dan tertib.[5]



Yang termasuk ke dalam alat pendidikan repressif antara lain:
a)   Pemberitahuan,
Yaitu pemberitahuan kepada anak terhadap sesuatu hal yang kurang baik dan mengganggu jalanya proses penddikan.
b)   Teguran,
Yaitu pemberitahuan yang diberikan kepada anak yang sudah mengetahui atau sudah dapat diketahui atau sudah mengetahui atau sudah dapat diketahui anak itu melakukan pelanggaran.
c)   Peringatan,
Diberikan kepada anak yang sudah berkali-kali melakukan pelanggaran, dimana sebelumnya udah diberi teguran-teguran. Biasanya peringatan ini juga disertai ancaman-ancaman.
d)   Hukuman,
Yaitu suatu tindakan yang paling akhir terhadap adanya pelanggaran-pelanggaran yang sudah berkali-kali dilakukan setelah diberitahukan, ditegur, dan diperingati.
Hukuman dapat berarti sebagai akibat suatu pelanggaran, atau bias juga sebagai titik tolak agar tidak terjadi pelanggaran.
e)   Ganjaran,
Yaitu alat pendidikan repressif yang bersifat menyenangka, ganjaran diberikan kepada anak yang mempunyai prestasi-prestasi tertentu dalam pendidikan, memiliki kerajinan tertentu dan tingkah laku yang baik sehingga dapat dijadikan contoh tauladan bagi teman-temannya. Ganjaran dapat dibedakan menjadi beberapa macam anatara lain; pujian, penghormatan, hadiah dan tanda penghargaan.
b.   Alat Pendidikan dilihat dari bentuknya;
1)   Berbentuk benda (materiil).
2)   Berbentuk non benda (non materiil).
Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Drs. Madyo Ekosusilo yang membagi alat pendidikan menjadi dua, yaitu;
1)   Alat Pendidikan yang bersifat materiil, yaitu alat-alat pengajaran yang berupa benda-benda yang nyata.
1)   Alat pendidikan yang bersifat non materiil, yaitu alat-alat pendidikan yang tidak bersifat kebendaan melainkan segala macam keadaan atau kondisi, tindakan dan perbuatan yang diadakan atau dilakukan dengan sengaja sebagai sarana dalam melaksankan pendidikan.[6]
c.   Alat pendidikan dilihat dari pelaksanaannya;
1)   Alat pendidikan langsung (direct).
Alat pendidikan langsung adalah suatu alat pendidikan yang disampaikan atau diberikan secara langsung kepada peserta didik.
2)   Alat pendidikan tidak langsung (inderect).
Alat pendidikan tidak langsung berarti suatu alat pendidikan yang diberikan atau disampaikan secara tidak langsung melalui perantara.
H. Zahara Idris dan H. Lisma Jamal membedakan Alat pendidikan sebagai berikut :
a.   Alat pendidikan yang bersifat rohaniah (normatif), berfungsi preventif (pencegahan) dan represif (reaksi setelah ada perbuatan). Keduanya dapat bersifat positif dan negatif.
Alat pendidikan normatif yang preventif dan positif, yakni keteladanan, anjuran, ajakan, suruhan, pengarahan, dan pembiasaan. Misalnya; isyarat tanda setuju (anggukan), kata-kata setuju, memberi dukungan, kata-kata puas, memberi pujian dan hadiah.
Sedangkan yang bersifat negatif adalah contoh untuk dijauhi, peraturan yang memberi larangan, dan pengawasan. Misalnya; isyarat tanda tidak setuju, kata-kata tidak setuju, teguran, kecaman, ancaman dan hukuman.[7]
b.   Alat Pendidikan yang bersifat kebendaan, disebut juga sebagai sarana pendidikan atau sarana belajar mengajar, ataupun alat pengajaran. Alat pendidikan sebagai alat pengajaran diklasifikasikan sebagai berikut :
1)   Berdasarkan pemakaiannya, dibedakan atas alat individual, misalnya; buku pelajaran, dan alat pengajaran klasikal lainnya seperti papan tulis dan peta.
2)   Berdasarkan sifat keperagaan atau pengalaman, dibedakan atas alat pengajaran atau peraga langsung (bedanya sendiri atau keadaan/ peristiwa yang nyata) dan alat-alat pengajaran tidak langsung, misalnya; model dan gambar.
3)   Berdasarkan cara penyampaian pesan atau pengajaran, dibedakan atas alat atau media cetak, misalnya; buku pelajaran, dan media elektronik (kaset dan film) dan alat media lainnya (wayang dan boneka).
4)   Berdasarkan fungsinya dalam proses belajar, terdiri dari :
a)   Alat untuk peragaan seperti gambar-gambar.
b)   Alat untuk memberi pengertian seperti alat untuk percobaan fisika (mikroskop dan tabung kaca).
c)   Alat untuk latihan seperti buku kerja dan alat olahraga.
d)   Alat untuk ekspresi seperti alat musik dan gambar untuk membuat karangan.
e)   Alat untuk belajar sendiri seperti modul dan computer.[8]
Adapun pembagian alat pendidikan menurut Drs. Suwarno dapat dibedakan dari bermacam-macam segi sebagai berikut :
a.   Alat Pendidikan Positif dan yang Negatif.
1)   Postif Yaitu ditunjukkan agar anak mengerjakan sesuatu yang baik, misalnya; contoh yang baik, pembiasaan, perintah pujian, ganjaran (imbalan).
2)   Negatif, jika tujuannya menjaga supaya anak didik jangan mengerjakan sesuatu yang buruk, misalnya larangan celaan, peringatan, ancaman, hukuman.
b.   Alat Pendidikan Prefentif dan Korektif.
1)   Preventif, jika maksudnya mencegah anak sebelum ia berbuat sesuatu yang tidak baik, misalnya; pembiasaan perintah, pujian, ganjaran.
2)   Korektif, Jika maksudnya memperbaiki karena anak telah melanggar ketertiban atau berbuat sesuatu yang buruk, misalnya; celaan, ancaman, hukuman.
c.   Alat Pendidikan yang Menyenangkan dan tidak menyenangkan.
1) Yang menyenangkan yaitu menimbulkan perasaan senang pada anak-anak.
2)   Yang tidak menyenangkan, maksudnya yang menimbulkan perasaan tidak senang pada anak-anak.[9]
3.   Penggunaan Alat Pendidikan
Di dalam menggunakan alat pendidikan, seharusnya sudah ditegaskan tujuan apa yang ingin dicapai, tetapi juga harus selalu diingat, bagi para pendidik hendaknya berusaha menghindarkan tindakan yang bersifat memaksa bagi peserta didik. Disinilah seorang pendidik dituntut untuk menggunakan keterampilannya dalam memilih dan menggunakan alat pendidikan yang akan digunakan dalam mendidik.
Dalam pengakaian alat pendidikan harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
a.   Tujuan pendidikan.
b.   Jenis alat pendidikan.
c.   Pendidik yang memakai alat pendidikan.
d.   Anak didik yang dikenai alat pendidikan.[10]
Tidak hanya itu, karena banyak sekali factor-faktor yang harus diperhitungkan oleh para pendidik dalam hubungannya dengan pemakaian alat-alat pendidikan, yaitu :
a.   Faktor pendidik sebagai subjek pendidikan.
Yaitu kemampuan dan keterampilan seorang pendidik dalam mengguanakn alat pendidikan.
b.   Faktor anak didik.
Yaitu kondisi dan situasi anak didik dalam menerima pendidikan, seperti; perkembangan jiwanya, cara berfikirnya dan sebagainya.
c.   Faktor kemampuan.
Dimana kemampua material sekolah maupun lembaga pendidikan juga menentukan pemakaian alat pendidikan.
d.   Faktor tempat.
Yaitu dimana lokasi sekolah, juga menentukan dalam pemakaian alat pendidikan.
Pendidik sebagai pemakai alat pendidikan juga berbeda-beda keahlian dan orientasinya, meskipun dalam bidang studi yang sama, lebih-lebih dalam bidang studi yang berbeda, maka tentunya alat yang dipakai juga berbeda.
Adapun hal-hal yang perlu dipertimbangkan tentang anak didik adalah dari segi jenis kelamin, usia, bakat, perkembangan dan kondisi alam sekitar.
Jadi dalam penggunaan alat pendidkan, seorang pendidik harus mampu mempertimbangkan pemakaian alat yang benar dan sesuai kebutuhan. Selain itu seorang pendidik juga harus memiliki kewibawaan dalam melaksanakan tugasnya karena kewibawaan seorang pendidik adalah suatu alat pendidikan yang dapat membawa anak didik kepada kedewasaan. Dengan kewibawaan itu seorang anak dapat menghargai dan patuh kepada pendidik.

4.   Jenis-jenis Alat Pendidikan.
a.   Alat pendidikan pendahuluan.
Alat pendidikan pendahuluan adalah alat pendidkan yang diterapkan atau digunakan bagi anak didik yang telah mengerti dan menginsafi akan arti kewibawaan.[11]
Alat pendidikan pendahuluan ini terdiri dari :
1)   Keteraturan, berarti berlangsung pada waktu, tempat dan dengan cara yang sama atau tetap.
2)   Kebersihan, berarti menanamkan kebiasaan bagi anak didik agar tetap bersih dan rapi.
3)   Ketenangan, artinya menanamkan kebiasaan bagi anak didik untuk ikut menjaga keharmonisan keluarga, sehingga dapat hidup dengan tenang.
4)   Pembiasaan, artinya memberi kesempatan kepada anak akan kesibukan dalam lapangan indra dan motorik, dan kesempatan untuk bergaul dengan sesamanya.
b.   Alat pendidikan yang sebenarnya.
Alat pendidikan yang sebenarnya ini, secara logis dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain :
a.   Memberi perlindungan.
Perlindungan ini dapat bersifat perlindungan terhadap anak dan dapat bersifat kejasmanian maupun kerohanian.
b.   Verstaandhouding (agar mengerti).
Yaitu agar anak dapat mengerti tingkah laku orang tuanya. Orang tua memberikan contoh bersikap, dengan maksud agar di mengerti oleh anak apa maksud dari sikap itu, dan anak dapat meniru atau mencontoh sikap orang tuanya.
c.   Kesamaan arah dalam berbuat dan berfikir.
Dalam hal ini alat pendidikan bercorak memeragakan suatu contoh, seperti dalam verstaandhouding, hanya dalam kesamaan arah dalam berbuat dan berfikir ini, disertai dengan penjelasan atau dialog.
d.   Merasa hidup bersama, merasa ada perpaduan.
Apabila pendidik dan anak didik berada dalam pergaulan, maka ini berarti bahwa mereka itu merasa hidup bersama, merasa ada perpaduan. Hal ini merupakan corak atau bentuk azasi, bentuk pokok dari penghidupan bersama.
e.   Pembentukan kemauan.
Dalam hubungan merasa hidup bersama ini, pendidik mengantarkan anak didik memasuki kedewasaan melualui beberapa pengalaman-pengalaman. Melalui pengalaman itu anak memiliki keinginan atau kemauan untuk menjadi bisa.

D.  KESIMPULAN
1.   Alat pendidikan adalah tindakan atau perbuatan atau situasi yang dengan sengaja diadakan untuk membantu terlaksananya suatu proses pendidikan guna mencapai suatu tujuan pendidikan baik itu berupa benda atau bukan benda.
2.   Alat Pendidikan dapat di bagi ke dalam beberapa bagian :
a.   Menurut Sifatnya Alat Pendidikan dibagi dalam dua yaitu :
1)   Alat Pendidikan Preventif
2)   Alat Pendidikan Repressif
b.   Alat Pendidikan dilihat dari bentuknya;
1)   Berbentuk benda (materiil).
2)   Berbentuk non benda (non ateriil).
c.   Alat pendidikan dilihat dari pelaksanaannya;
1)   Alat pendidikan langsung (direct).
2)   Alat pendidikan tidak langsung (inderect).
3.   Dalam penggunaan alat pendidkan, seorang pendidik harus mampu mempertimbangkan pemakaian alat yang benar dan sesuai kebutuhan. Selain itu seorang pendidik juga harus memiliki kewibawaan dalam melaksanakan tugasnya karena kewibawaan seorang pendidik adalah suatu alat pendidikan yang dapat membawa anak didik kepada kedewasaan. Dengan kewibawaan itu seorang anak dapat menghargai dan patuh kepada pendidik.
4.   Jenis-jenis al;at pendidikan adalah :
a.   Alat Pendidikan Pendahuluan, antara lain :
1)   Keteraturan.
2)   Kebersihan.
3)   Ketenangan.
4)   Pembiasaan.
b.   Alat Pendidikan Yang Sebenarnya, antara lain :
1)   Memberi perlindungan.
2)   Verstandhouding (agar mengerti), atau memberi contoh sikap.
3)   Kesamaan arah dalam berbuat dan berfikir.
4)   Merasa hidup bersama, merasa ada perpaduan.
5)   Pembentukan kemauan.
     


DAFTAR PUSTAKA


H.M. Hafi Anshari, Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya : Usaha Nasional, 1982.

H. Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2001.

H. Zahara Idris dan H. Lisma Jamal, Pengantar Pendidikan, Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, 1992.



[1]   H.M Hafi Anshari, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Surabaya : Usaha Nasional, 1982), 54-55.
[2]   H. Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2001), 140.
[3]   H. Zahara Idris dan H. Lisma Jamal, Pengantar Pendidikan, (Jakarta :PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, 1992), 38.
[4]   H.M. Hafi Anshari, Op. Cit., 64.
[5]   Ibid., 68.
[6]   H. Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Op.Cit., 142.
[7]   H. Zahara Idris dan H. Lisma Jamal, Op. Cit., 38-39.
[8]   Ibid., 40.
[9]   H. Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Op. Cit., 141-142.
[10] Ibid., 145.
[11] Ibid., 148

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar